#

Wali Kota Ternate Tutup Festival Bulan Bahasa 2026, Tekankan Persatuan dalam Keberagaman

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menghadiri sekaligus menutup Festival Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Serbaguna SD Katolik Santa Theresia, Ternate, Rabu (28/10/2026).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, S.E., M.E., Wali Kota mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, mengekspresikan kreativitas, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa serta budaya Indonesia.

Festival tersebut mengusung tema “Berbahasa, Berkarya, Bersatu: Merawat Bahasa, Mengakar pada Budaya, Menginspirasi Dunia” dengan tagline “Tiga Bahasa, Satu Suara, Satu Indonesia”. Rangkaian kegiatan meliputi lomba puisi, pidato, mendongeng, menyanyi solo, dan vokal grup. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bulan Bahasa yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai aktivitas pendidikan dan kegiatan kebahasaan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina, SD Katolik Santa Theresia, perwakilan yayasan di Maluku Utara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Wali Kota menilai kegiatan semacam ini penting untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi diri sejak dini.

“Pemerintah Kota Ternate menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina, perwakilan Maluku Utara, dan seluruh jajaran yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan festival ini. Kegiatan seperti ini memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan talenta yang dimiliki,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang hadir memberikan dukungan langsung kepada anak-anak. Menurut Wali Kota, pengalaman mengikuti berbagai perlombaan dapat menjadi sarana pembelajaran yang berharga, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa.

Apresiasi turut diberikan kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah membimbing siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi. Penampilan peserta, termasuk pidato berbahasa Indonesia yang disampaikan oleh pelajar kelas V, dinilai menunjukkan kemampuan bertutur dan penguasaan bahasa yang baik. Wali Kota berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan melalui proses pendidikan dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menguraikan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas bangsa. Wali Kota mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman kunjungan ke Portugal pada 2023, ketika berkesempatan melihat dokumen surat yang ditulis oleh Sultan Bayan Umar kepada Raja Portugal pada 1521 dan 1522. Dokumen tersebut menggunakan aksara Arab Melayu dengan bahasa Melayu.

“Dari dokumen sejarah yang saya lihat, kita dapat memahami bahwa bahasa Melayu pernah menjadi lingua franca atau bahasa pergaulan yang menghubungkan berbagai wilayah. Penggunaan bahasa Melayu yang luas menjadi salah satu alasan penting bagi bahasa Indonesia untuk berkembang sebagai bahasa persatuan yang dapat dipahami oleh masyarakat dari beragam suku dan latar belakang,” ungkap Wali Kota.

Menurut Wali Kota, bahasa Indonesia tumbuh dengan menyerap beragam kosakata dari berbagai bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, Sulawesi, Maluku, dan wilayah lainnya. Kekayaan tersebut memperkuat kemampuan bahasa Indonesia untuk digunakan secara luas sekaligus mencerminkan keragaman budaya bangsa.

Wali Kota menegaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan nilai-nilai kebangsaan. Hal tersebut terlihat melalui berbagai penampilan peserta festival, mulai dari pembacaan puisi, pidato, mendongeng, hingga pertunjukan musik dan lagu.

Selain mengembangkan kemampuan berbahasa, festival ini dinilai memiliki peran dalam menanamkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Wali Kota menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan sosial di Kota Ternate dengan mengajarkan generasi muda untuk menghormati perbedaan etnis, agama, suku, dan latar belakang lainnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Anak-anak kita tidak hanya perlu unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, rasa tanggung jawab, semangat persaudaraan, serta kecintaan terhadap bangsa dan daerah. Keberagaman harus menjadi kekuatan yang menyatukan, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga menyinggung lagu kebangsaan Indonesia Raya yang memiliki tiga stanza. Wali Kota mengapresiasi penampilan lagu kebangsaan dalam rangkaian kegiatan dan menyampaikan bahwa pemahaman terhadap sejarah serta ketentuan penggunaannya perlu terus diperkuat. Wali Kota mengacu pada dokumen yang pernah dipelajari mengenai penggunaan lagu Indonesia Raya dan menyebut bahwa penerapan tiga stanza memiliki ketentuan tersendiri, sehingga pemahaman terhadap aturan tersebut penting bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan, keluarga, yayasan, dan seluruh unsur masyarakat. Wali Kota memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina dan SD Katolik Santa Theresia atas kontribusinya dalam dunia pendidikan di Kota Ternate, serta mengakui kiprah sekolah-sekolah Katolik yang telah lama dikenal turut membawa nama baik daerah.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap tenaga pendidik dan penyelenggaraan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta. Kolaborasi antara pemerintah, Dinas Pendidikan, pihak yayasan, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan serta meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ternate.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi proses pendidikan dan perkembangan anak-anak,” terangnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan selamat atas terselenggaranya seluruh rangkaian Festival Bulan Bahasa Tahun 2026. Wali Kota berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberikan pengalaman yang membangun kepercayaan diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat persatuan di kalangan pelajar. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Libatkan Perempuan, Program Perhutanan Sosial 1.400 Hektare di Maluku Utara Jadi Proyek Percontohan Nasional

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyatakan kesiapan Peme ...

#

Peringati Hari Santri, Sekda: Ilmu Harus Berjalan Seiring dengan Akhlak dan Tanggung Jawab

PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM me ...

#

Wakil Wali Kota Apresiasi Legu Tara No Ate sebagai Ruang Pelestarian Warisan Budaya Ternate

PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menghadiri acara penutupan Festi ...

#

Berikan Materi Seminar Hari Santri, Wali Kota Paparkan Peran Keluarga, Sekolah, dan Masjid dalam Pendidikan Karakter

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menjadi pemateri dalam ...