#

Pemkot Ternate Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, Warga Diminta Waspada

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya titik api di sejumlah wilayah Kota Ternate.

Status tersebut ditetapkan Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ternate Nomor 149/III.6/KT/2026. Masa tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 3 hingga 16 Oktober 2026.

Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M. mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap kondisi Karhutla yang berkembang di sejumlah kawasan.

"Status Tanggap Darurat Karhutla ini berlaku mulai 3 sampai 16 Oktober 2026. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan,” jelas Sekda usai memimpin rapat bersama BPBD Kota Ternare, Selasa (6/10/2026).

Rangkaian kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan Taman Love, Kelurahan Moya, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Sehari kemudian, pada Minggu (4/10/2026) sore WIT, kebakaran juga terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat.

Pemkot Ternate kemudian meningkatkan upaya pemadaman dengan menambah dukungan armada melalui sinergi bersama pihak Kepolisian dan Balai. Sejumlah unit tambahan, termasuk water cannon, dikerahkan untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dengan armada pemadam kebakaran biasa.

Kondisi di TPA Buku Deru-Deru menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan khusus. Api tidak hanya berada di permukaan tumpukan sampah, tetapi juga masih membara di bagian dalam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter.

"Api di permukaan memang sudah tidak banyak terlihat, namun pembakaran masih berlangsung di dalam tumpukan sampah, pada kedalaman sekitar 5 sampai 10 meter. Itu sebabnya asap masih terus keluar. Water cannon diarahkan untuk membantu membasahi dan menjangkau bagian yang terbakar di kedalaman tersebut," ujar Sekda.

Penanganan Karhutla tidak hanya diarahkan pada upaya pemadaman, tetapi juga mencakup langkah antisipasi terhadap dampak yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya dari sisi kesehatan dan ekonomi.

Dinas Kesehatan Kota Ternate telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi warga di wilayah terdampak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, antara lain lanjut usia, ibu hamil, dan balita, sebagai kelompok yang perlu mendapat pemantauan terhadap kemungkinan dampak paparan asap.

Di sisi lain, Pemkot Ternate melalui jajaran kelurahan juga melakukan pendataan terhadap tanaman maupun lahan pertanian masyarakat yang mengalami kerusakan akibat Karhutla. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran skema ganti rugi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Pemkot Ternate mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama masa tanggap darurat. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan, menghindari paparan asap, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Pemkot Ternate Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, Warga Diminta Waspada

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakar ...

#

Wali Kota Ternate Dorong RDTR Hiri-Moti Jadi Pedoman Pengembangan Wilayah

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si membuka Focus Group Disc ...

#

Pemkot Ternate dan BAZNAS Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate memberikan perhatian terhadap warga yang terdampa ...

#

Hadiri Pelantikan DPD KNPI, Wali Kota Minta KNPI Ternate Aktif Ambil Peran dalam Pembangunan

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si meminta DPD Komite Nasi ...