Aktivasi IKD Kota Ternate Capai 31 Persen, Lampaui Target Nasional
PEMKOT TERNATE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ternate mencat ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate sekaligus Ketua PGRI Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M. membuka Workshop Transformasi Pembelajaran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Aula Lantai II SMP Negeri 2 Ternate, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Literasi Numerasi melalui Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Bermakna untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu di Kota Ternate” tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, S.E., M.E., Kepala Sekolah SMPN 2, para guru serta jajaran pengurus PGRI Kota Ternate.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E. M.M. mengajak para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, bermakna, inklusif, serta bermutu. Menurutnya, perubahan dalam dunia pendidikan menuntut tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar.
Sekda menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, peserta, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Sekda menilai komitmen para guru dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme merupakan salah satu unsur penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ternate.
Sekda menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara guru menyampaikan materi dan cara siswa memperoleh pengetahuan. Kondisi tersebut mengharuskan para pendidik untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
“Teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat pembelajaran, sedangkan guru tetap menjadi penggerak utamanya. Karena itu, penggunaan teknologi harus berorientasi pada kebutuhan dan tujuan pendidikan, bukan hanya mengikuti tren,” ujar Sekda.
Sekda juga menyoroti pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Literasi, menurutnya, tidak hanya menyangkut kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kecakapan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara kritis.
Sementara itu, numerasi tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan menerapkan konsep matematika untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Sekda mendorong agar penguatan literasi dan numerasi diterapkan secara menyeluruh dalam berbagai mata pelajaran. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi yang diajarkan, tetapi juga mampu menganalisis informasi, berpikir logis, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kehidupan.
Untuk mendukung proses tersebut, Sekda mengajak para guru memanfaatkan berbagai perangkat dan platform digital secara kreatif. Sejumlah metode yang dapat dikembangkan di antaranya penggunaan video pembelajaran, kuis interaktif, permainan edukatif, serta berbagai platform digital yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Menurut Sekda, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya dengan mengalihkan materi pembelajaran dari metode konvensional ke media digital. Guru perlu memastikan bahwa teknologi yang digunakan mampu meningkatkan partisipasi siswa, mempermudah pemahaman materi, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif serta bermakna.
Di sisi lain, Sekda mengingatkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif. Penggunaan teknologi perlu memperluas kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik, bukan justru menciptakan kesenjangan baru yang membatasi akses terhadap pendidikan berkualitas.
“Setiap anak di Kota Ternate harus memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, transformasi pembelajaran harus tetap memperhatikan kebutuhan seluruh peserta didik,” tegasnya.
Sekda juga mengatakan, organisasi profesi guru memiliki peran strategis dalam memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Melalui kegiatan pengembangan kapasitas, termasuk workshop, para guru diharapkan dapat memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda menitipkan tiga pesan penting kepada para guru. Pertama, memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Kedua, memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ketiga, memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Sekda berharap ketiga hal tersebut dapat menjadi perhatian para pendidik dalam menjalankan tugas di sekolah, sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diwujudkan melalui perubahan metode dan kualitas pembelajaran.
“Harapan saya, workshop ini tidak hanya menghasilkan sertifikat keikutsertaan, tetapi juga melahirkan langkah nyata yang bisa diterapkan oleh para guru di ruang kelas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ternate berharap peningkatan kompetensi guru dapat terus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya literasi dan numerasi, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran, serta memperluas kesempatan bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang inklusif dan bermutu. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ternate mencat ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menyiapkan metode tambahan untuk mempercepat pema ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate mengevaluasi perkembangan penanganan kebakaran hu ...
PEMKOT TERNATE -Wakil Wali Kota Ternate yang juga Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia ( ...