#

Rakernas JKPI XII di Ternate Hasilkan Tujuh Rekomendasi, Estafet Kepemimpinan Beralih ke Kota Rempah

PEMKOT TERNATE - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII Tahun 2026 di Kota Ternate menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan kota pusaka di Indonesia. Selain merumuskan tujuh rekomendasi utama, Rakernas juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan JKPI dari Yogyakarta kepada Kota Ternate.

Rakernas XII JKPI yang berlangsung di Hotel Bela, Kota Ternate, Jumat (28/8/2026), menjadi ruang bersama bagi pemerintah daerah, pengurus JKPI, para ahli, serta delegasi kota-kota pusaka untuk membahas arah pengelolaan pusaka di tengah dinamika pembangunan dan kebutuhan menjaga warisan budaya tetap hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., dalam sambutannya menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, warisan budaya tidak hanya perlu dilestarikan sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dapat dikembangkan secara terarah untuk mendukung perekonomian masyarakat.

“Revitalisasi cagar budaya merupakan salah satu strategi meningkatkan PAD sekaligus merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan investasi,” jelas Wali Kota Ternate.

Pandangan tersebut sejalan dengan dorongan agar kota pusaka tidak berhenti pada upaya mempertahankan bangunan atau situs bersejarah, tetapi mampu menghubungkan pelestarian dengan kehidupan masyarakat. Pemerintah Kota Ternate sendiri terus mendorong penggalian, inventarisasi, dan pengembangan objek kebudayaan, termasuk cagar budaya yang direvitalisasi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata budaya.

Wali Kota Ternate juga mengajak kota-kota anggota JKPI untuk saling berbagi pengalaman, khususnya daerah yang telah berhasil mengembangkan nilai ekonomi dari pusaka kepada daerah yang masih berada pada tahap pengembangan. Sejarah, budaya, dan warisan yang ditinggalkan para pendahulu dinilai dapat menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus pedoman bagi generasi sekarang dan mendatang.

Dari pembahasan Rakernas, dirumuskan tujuh rekomendasi utama. Pertama, memperkuat JKPI sebagai jembatan strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam advokasi, pelestarian, serta pengembangan kota pusaka.

Kedua, menyusun peta prioritas nasional situs dan kawasan pusaka, termasuk kebutuhan mitigasi bencana, revitalisasi, museum, serta perlindungan cagar budaya. Ketiga, memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, terutama kurator, pengelola museum, konservator, dan tenaga ahli kebudayaan.

Keempat, membangun Satu Data Pusaka Daerah dan jejaring data JKPI sebagai dasar pengambilan kebijakan, advokasi, serta pengusulan warisan budaya.

Kelima, mendorong percepatan pengakuan warisan budaya nasional dan internasional melalui penguatan dokumentasi, penyusunan dossier, dan pendampingan daerah.

Keenam, mengintegrasikan pusaka sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah melalui dokumen perencanaan, tata ruang, pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketujuh, memperkuat kolaborasi, jejaring pengetahuan, dan pembiayaan inovatif untuk memastikan keberlanjutan pelestarian dan pengembangan kota pusaka di Indonesia.

Ketujuh rekomendasi tersebut menjadi arah bersama bagi JKPI dalam memperkuat posisi kota pusaka, sekaligus mendorong agar pelestarian warisan budaya terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain menghasilkan rekomendasi, Rakernas JKPI XII juga menandai pergantian kepemimpinan organisasi. Kota Ternate resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan JKPI dari Wakil Wali Kota Yogyakarta selaku Ketua Presidium JKPI sebelumnya kepada Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., sebagai Ketua Presidium JKPI selanjutnya.

Serah terima tongkat estafet tersebut menjadi penanda keberlanjutan kepemimpinan JKPI sekaligus memperkuat posisi Kota Ternate dalam mengawal agenda bersama jejaring kota pusaka Indonesia.

Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah dan kekayaan pusaka yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat, Ternate membawa pengalaman lokal tersebut ke dalam jejaring kerja sama antarkota pusaka.

Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi bagian dari kesinambungan hasil Rakernas, terutama dalam mendorong pelaksanaan rekomendasi melalui kolaborasi antarkota, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas daerah, serta pengembangan model pelestarian yang sesuai dengan karakter masing-masing kota.

Melalui tujuh rekomendasi dan estafet kepemimpinan kepada Kota Ternate, Rakernas JKPI XII diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kerja bersama antarkota pusaka Indonesia. Dari Kota Rempah, jejaring JKPI selanjutnya diarahkan untuk memastikan warisan budaya tetap terlindungi, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Rakernas JKPI XII di Ternate Hasilkan Tujuh Rekomendasi, Estafet Kepemimpinan Beralih ke Kota Rempah

PEMKOT TERNATE - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII ...

#

Ternate Jadi Titik Temu Kota Pusaka Indonesia, Rakernas JKPI XII Bahas Masa Depan Warisan Budaya

PEMKOT TERNATE - Kota Ternate menjadi ruang pertemuan kota-kota pusaka Indonesia dalam pel ...

#

Pameran Wastuprana Hadirkan Jejak Rempah dan Keterhubungan Budaya Yogyakarta-Ternate

PEMKOT TERNATE - Jejak rempah dan keterhubungan budaya Yogyakarta dengan Ternate hadir mel ...

#

Simposium Internasional JKPI XII di Kota Rempah Angkat Warisan Budaya sebagai Fondasi Masa Depan

PEMKOT TERNATE - Sejarah panjang Ternate sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah menj ...