Rakernas JKPI XII Hadirkan Masterclass Spice Heritage dan Gastronomi di Cengkeh Afo
PEMKOT TERNATE - Kekayaan rempah dan tradisi pangan Ternate menjadi salah satu fokus pembe ...
PEMKOT TERNATE - Potensi Benteng Oranje sebagai kawasan bersejarah dan bagian dari jalur rempah dunia menjadi fokus salah satu agenda Masterclass dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Ternate Tahun 2026.
Mengusung tema “From Heritage to Prosperity, Designing Cultural Economy for Indonesian Historic Cities”, Masterclass Cultural Economy berlangsung pada Rabu (26/8/2026) di Pendopo Benteng Oranje, Ternate. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi untuk menggali potensi warisan budaya sekaligus melihat peluang pengembangannya sebagai bagian dari aktivitas ekonomi kota.
Benteng Oranje dipilih sebagai studi kasus untuk mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi berbasis budaya. Kawasan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah jalur rempah dunia ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ruang aktivitas budaya, ruang publik kreatif, inkubasi usaha, serta destinasi ekonomi budaya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Nadia Purwesty, Direktur Pusat Desain Arsitektur, melalui sesi “Designing Heritage Spaces for Sustainable Cultural Economy”. Materi membahas adaptive reuse, heritage urban design, creative placemaking, public space economy, dan community design.
Perspektif kawasan Asia Tenggara kemudian disampaikan Rosli Bin Haji Nor dari Malaysia melalui materi “Heritage Economy in Southeast Asia”. Pembahasan mencakup heritage regeneration, community enterprise, cultural tourism, heritage investment, serta studi kasus pengembangan kota pusaka di Asia Tenggara.
Raka Ibrahim, penulis dan bagian dari Arka Kinari, bertindak sebagai moderator yang menghubungkan sejarah jalur rempah dengan ekonomi masa depan, memandu diskusi, menjaga kualitas narasi kawasan, serta memfasilitasi refleksi peserta. Sementara itu, anggota Inkubator Space turut mendampingi proses pembelajaran dan diskusi kelompok.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, dilanjutkan expert talk dan international insight. Peserta kemudian mengikuti Heritage Economy Walk di Benteng Oranje untuk mengamati serta mengidentifikasi aset budaya dan ekonomi kawasan.
Hasil observasi selanjutnya dibahas melalui Opportunity Mapping. Peserta dalam kelompok memilih fokus pengembangan, meliputi Heritage Tourism & Visitor Experience, Creative Business & UMKM Development, Public Space Activation, atau Adaptive Reuse & Heritage Investment.
Pada sesi Cultural Economy Design Lab, peserta mengembangkan gagasan melalui Cultural Economy Canvas yang mencakup identitas heritage, aset budaya dan komunitas, tantangan ekonomi, pengalaman pengunjung, model bisnis, ekosistem kemitraan, program aktivasi hingga pengukuran dampak.
Setiap kelompok juga diarahkan menghasilkan pemetaan aset heritage, visitor journey, stakeholder ecosystem map, business model, annual activation program, prototype konsep, dan pitch deck. Hasil tersebut kemudian dipresentasikan melalui Pitch Presentation untuk mendapatkan umpan balik dari panel sebelum ditutup dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut.
Masterclass Cultural Economy menjadi salah satu agenda Rakernas XII JKPI Ternate yang mempertemukan warisan sejarah, kreativitas, komunitas, dan peluang ekonomi. Melalui kegiatan ini, Benteng Oranje tidak hanya diposisikan sebagai kawasan bersejarah, tetapi juga sebagai ruang untuk menggali gagasan pengembangan ekonomi budaya yang tetap berpijak pada identitas dan karakter Ternate. (Tim_IKP Diskomsandi Ternate)
PEMKOT TERNATE - Kekayaan rempah dan tradisi pangan Ternate menjadi salah satu fokus pembe ...
PEMKOT TERNATE - Potensi Benteng Oranje sebagai kawasan bersejarah dan bagian dari jalur r ...
PEMKOT TERNATE – Kekayaan bambu lokal Maluku Utara menjadi salah satu potensi yang diang ...
PEMKOT TERNATE - Seni grafis dan ilustrasi menjadi salah satu ruang eksplorasi kreatif dal ...