#

Gelar Budaya dan Konser Amal untuk NTT Warnai Rangkaian Rakernas JKPI XII di Ternate

PEMKOT TERNATE - Semangat persaudaraan antarkota pusaka Indonesia akan mewarnai Gelar Budaya dan Penyerahan Pataka Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Titik Nol Landmark Ternate, Jumat (28/8/2026) malam. Selain menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XII JKPI, agenda tersebut dikemas sebagai ruang perjumpaan budaya sekaligus momentum kepedulian bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah mengalami musibah.

Ketua Panitia Rakernas JKPI XII yang juga Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M mengatakan Gelar Budaya dan Penyerahan Pataka akan menjadi salah satu agenda utama pada rangkaian kegiatan malam ini. Penyerahan Pataka menjadi bagian dari estafet penyelenggaraan Rakernas JKPI kepada daerah yang akan menjadi tuan rumah berikutnya.

Selain prosesi penyerahan Pataka, panitia menyiapkan Konser Amal Rakernas XII bertajuk “Pray for NTT, Duka Kota Pusaka untuk NTT”. Agenda tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas antarkota anggota JKPI terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah.

Sekda menjelaskan, konser amal tersebut berangkat dari kondisi delegasi NTT yang sebelumnya direncanakan hadir dalam Rakernas XII JKPI di Ternate. Namun, musibah yang terjadi di daerah tersebut membuat mereka tidak dapat mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Ternate.

“Teman-teman dari NTT awalnya akan datang ke Ternate, tetapi karena ada musibah mereka tidak bisa hadir. Dari situ panitia Ternate berinisiatif mengemas kegiatan malam ini dengan konser amal. Nantinya akan ada donasi yang kita kumpulkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah di NTT,” terangnya.

Konser amal tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Warga Kota Ternate maupun masyarakat sekitar, dapat hadir langsung untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus mengambil bagian dalam aksi kepedulian tersebut.

Panggung konser akan menghadirkan Fresly Nikijuluw sebagai guest star. Kehadiran musisi tersebut melengkapi Gelar Budaya dan Penyerahan Pataka yang dikemas sebagai ruang kebersamaan sekaligus penghimpunan dukungan bagi sesama anggota jejaring kota pusaka.

Selanjutnya, semangat kebudayaan akan berlanjut pada Sabtu (29/8/2026) melalui Pawai Budaya dan Karnaval JKPI 2026 bertajuk “The Light of Heritage”.

Pawai ini akan melibatkan 20 delegasi anggota JKPI dan satu delegasi mancanegara. Para peserta akan membawa identitas budaya masing-masing dalam parade yang menjadikan ruang publik Kota Ternate sebagai panggung perjumpaan berbagai warisan budaya Nusantara.

Rute pawai dimulai dari Benteng Oranje, kemudian melintasi Jalan Sultan Khairun dan berakhir di Ngara Lamo, tepat di depan Kedaton Kesultanan Ternate. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIT hingga selesai dan turut menghadirkan Fresly Nikijuluw.

Mengusung semangat “The Light of Heritage”, pawai tersebut dirancang untuk menghadirkan pusaka sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Warisan sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan melalui seni, budaya, kreativitas, dan keterlibatan masyarakat dalam satu perayaan bersama.

Pelaksanaan pawai akan disertai pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas pada sejumlah ruas yang menjadi jalur kegiatan. Panitia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul serta mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Selain dua agenda utama tersebut, rangkaian Rakernas XII JKPI masih akan diisi sejumlah kegiatan lain yang memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan destinasi Kota Ternate kepada para delegasi.

Pada Jumat (28/8/2026) siang, peserta akan mengikuti Seminar Nasional yang berlangsung di Universitas Khairun Ternate. Sementara pada Sabtu (29/8/2026), rangkaian kegiatan akan diawali dengan Nusantara Raya Run “Fort to Fort”.

Kegiatan lari tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan jumlah peserta yang hingga malam sebelumnya telah mencapai sekitar 900 orang dan terus bertambah.

“Untuk Fort to Fort, pendaftarnya sudah 900 sekian sampai tadi malam. Kemungkinan sudah lebih dari seribu karena pendaftarannya masih terus bertambah,” ungkap Sekda.

Nusantara Raya Run mengambil start di Benteng Kalamata. Peserta kategori 5K akan finish di Benteng Oranje, sedangkan kategori 10K melanjutkan rute hingga Benteng Tolukko. Seremoni kegiatan akan kembali dipusatkan di Benteng Oranje.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Heritage City Tour yang membawa para delegasi mengunjungi sejumlah destinasi yang telah disiapkan, termasuk Pulo Tareba dan Takome. Perjalanan tersebut akan berakhir di Kedaton Kesultanan Ternate.

“Untuk City Tour, teman-teman akan mengunjungi beberapa destinasi yang sudah kami siapkan, kemudian finish di Kedaton Kesultanan Ternate. Di sana sekaligus ada pagelaran di Pendopo Utama,” kata Rizal.

Melalui rangkaian tersebut, Rakernas XII JKPI di Ternate tidak hanya menjadi forum pertemuan antarkota pusaka, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung mengenai sejarah, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Kota Rempah. Dari panggung budaya di Landmark, parade di kawasan bersejarah, hingga kunjungan ke destinasi pusaka, Ternate menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dalam jejaring kota pusaka Indonesia. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Rakernas JKPI XII di Ternate Hasilkan Tujuh Rekomendasi, Estafet Kepemimpinan Beralih ke Kota Rempah

PEMKOT TERNATE - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII ...

#

Ternate Jadi Titik Temu Kota Pusaka Indonesia, Rakernas JKPI XII Bahas Masa Depan Warisan Budaya

PEMKOT TERNATE - Kota Ternate menjadi ruang pertemuan kota-kota pusaka Indonesia dalam pel ...

#

Pameran Wastuprana Hadirkan Jejak Rempah dan Keterhubungan Budaya Yogyakarta-Ternate

PEMKOT TERNATE - Jejak rempah dan keterhubungan budaya Yogyakarta dengan Ternate hadir mel ...

#

Simposium Internasional JKPI XII di Kota Rempah Angkat Warisan Budaya sebagai Fondasi Masa Depan

PEMKOT TERNATE - Sejarah panjang Ternate sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah menj ...