Aktivasi IKD Kota Ternate Capai 31 Persen, Lampaui Target Nasional
PEMKOT TERNATE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ternate mencat ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate memperluas penanganan dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome melalui bantuan sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pada Rabu (14/10/2026), ratusan warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Sulamadaha mendapatkan paket kebutuhan pokok serta pemeriksaan kesehatan gratis melalui program kolaboratif “ASN Peduli”.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Puskesmas Sulamadaha, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Ternate, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate bersama sejumlah dokter spesialis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian ASN terhadap warga yang merasakan dampak kebakaran TPA Buku Deru-Deru. Bantuan disalurkan melalui kegiatan posyandu lansia yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sulamadaha.
Menurut Sekda, paket bantuan tersebut bersumber dari iuran KORPRI yang dihimpun dari ASN Pemerintah Kota Ternate. Di tengah pelaksanaan tugas pemerintahan, ASN juga berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program ASN Peduli, kami ingin berbagi dengan warga, khususnya para lansia yang terdampak kebakaran TPA Buku Deru-Deru. Bantuan ini berasal dari iuran KORPRI yang dikumpulkan oleh ASN, sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Sekda.
Sebanyak 125 paket sembako disiapkan berdasarkan data yang dihimpun pihak setempat. Setiap paket berisi beras, gula, minyak goreng, dan mi instan. Penyaluran kali ini diprioritaskan bagi warga lansia di Kelurahan Sulamadaha, sementara kelompok masyarakat rentan lainnya, seperti anak-anak dan ibu hamil, juga menjadi sasaran perhatian dalam penanganan dampak kebakaran.
Sekda menjelaskan, Pemkot Ternate masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk perbankan, untuk menjajaki dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Waktu penyaluran bantuan lanjutan masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait dan posko penanganan.
Sekda menegaskan, respons pemerintah terhadap kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup dampak sosial, kesehatan, dan ekonomi yang dirasakan warga. Pemerintah turut mengumpulkan data mengenai kerugian masyarakat, termasuk ternak yang mati dan tanaman yang terbakar.
“Selain penanganan kebakaran, dampak yang dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian kami, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Data terkait kerugian warga, termasuk ternak dan tanaman yang terdampak, masih dihimpun oleh Dinas Pertanian bersama bidang aset dan dikoordinasikan dengan lurah setempat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma, M.Kes menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian karena asap kebakaran belum sepenuhnya hilang. Dampaknya berpotensi dirasakan tidak hanya oleh warga Sulamadaha yang berada di sekitar TPA, tetapi juga masyarakat di wilayah lain yang terdampak pergerakan asap.
Memasuki periode pancaroba dengan kondisi cuaca yang mulai disertai hujan, Dinas Kesehatan tetap mengaktifkan sistem kewaspadaan dan langkah mitigasi kesehatan. Pemantauan kualitas udara dan air juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, meliputi lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Kebijakan meliburkan sekolah juga diharapkan dapat mengurangi paparan asap terhadap anak-anak dengan membatasi aktivitas di luar rumah.
Kadis Kesehatan turut mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang memberat, seperti batuk, pilek, atau demam. Layanan kesehatan tetap dibuka, termasuk pos pelayanan kesehatan di wilayah Sulamadaha.
Terkait ketersediaan masker, Kadis Kesehatan menyebutkan bahwa distribusi dilakukan secara terkoordinasi melalui puskesmas dan pos pelayanan kesehatan. Sebelumnya, sekitar 17.000 masker telah disiapkan untuk mendukung penanganan dampak asap. Masker yang memenuhi standar kebutuhan kesehatan dalam kondisi bencana asap, yakni KN95, menjadi salah satu prioritas pengadaan dan distribusi.
Dinas Kesehatan Kota Ternate juga menerima bantuan 500 masker KN95 dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Selain itu, Balai Karantina turut menyerahkan 95 masker kain di posko TPA Buku Deru-Deru untuk didistribusikan kepada petugas yang terlibat dalam penanganan darurat di lokasi kebakaran.
Berdasarkan laporan layanan kesehatan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 182 pasien telah mendapatkan layanan di posko kesehatan hingga hari ke-11 masa tanggap darurat. Dari jumlah itu, 140 pasien didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kebutuhan masker yang tercatat dalam laporan mencapai 65.658 lembar, sementara jumlah yang disiapkan dan telah didistribusikan sebagian disebut mencapai 68 ribu lembar.
Kadis Kesehatan menyatakan data distribusi masker secara terperinci akan disampaikan melalui koordinasi lanjutan dengan melihat catatan cakupan dan persediaan dari instalasi farmasi, sehingga jumlah serta alokasi bantuan dapat dipastikan. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ternate mencat ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menyiapkan metode tambahan untuk mempercepat pema ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate mengevaluasi perkembangan penanganan kebakaran hu ...
PEMKOT TERNATE -Wakil Wali Kota Ternate yang juga Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia ( ...