Rumah Warga Terbakar, Wakil Wali Kota Ternate Turun Langsung Salurkan Bantuan
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate bergerak memberikan dukungan kepada keluarga Sale ...
PEMKOT TERNATE - Penguatan organisasi, peningkatan kompetensi pendidik, dan perlindungan profesi menjadi sejumlah perhatian dalam Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate. Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman M.Si., secara resmi membuka konferensi sekaligus meresmikan rangkaian kegiatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Deerah yang juga Ketua PGRI Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.E., sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kota Ternate, pengurus PGRI Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate, panitia konferensi kerja, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PGRI Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M. dalam laporannya menjelaskan bahwa konferensi kerja dan rangkaian peringatan HUT PGRI tahun ini membawa satu tujuan bersama, yakni memperkuat persatuan organisasi sekaligus meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru. Konferensi Kerja I mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”.
Ketua PGRI menilai, perkembangan teknologi digital tidak boleh mengurangi kedekatan antaranggota PGRI. Menurutnya, komunikasi melalui media sosial perlu diimbangi dengan pertemuan langsung agar hubungan kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung di antara para guru tetap terjaga.
Pesan tersebut juga disampaikan melalui falsafah lokal Ternate, “Ino Fomakati Nyinga, doka gosora se bualawa, om doro fo Mamote, fo magogoru, fo ma dudara”. Filosofi ini mengandung makna pentingnya bertimbang rasa dan menyatukan hati, seperti biji pala dan fulinya yang tumbuh, matang, hingga gugur bersama dalam ikatan kasih sayang.
Berangkat dari nilai kebersamaan tersebut, Ketua PGRI meminta seluruh pengurus cabang PGRI, mulai dari wilayah Ternate Utara hingga kawasan kepulauan Batang Dua, Moti, dan Hiri, untuk kembali mengaktifkan pertemuan rutin serta memperkuat komunikasi dengan anggota di masing-masing wilayah.
Ketua PGRI juga mengingatkan agar konferensi tidak hanya menghasilkan agenda organisasi yang bersifat seremonial. Program kerja yang disusun harus menjawab persoalan nyata yang dihadapi guru, terutama dalam menghadapi perubahan dan tantangan dunia pendidikan.
“Setiap program yang dirumuskan harus benar-benar menjawab kebutuhan para guru, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial organisasi,” tegas Ketua PGRI.
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam pembahasan konferensi, di antaranya peningkatan penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut mencakup pelatihan Deep Learning serta pemanfaatan AI untuk mendukung asesmen pembelajaran.
Selain penguatan kompetensi digital, konferensi juga diarahkan untuk membahas penguatan karakter, pendidikan inklusif, serta perlindungan profesi guru. Para pendidik perlu mendapatkan rasa aman dan nyaman ketika menjalankan tugas mengajar sehingga dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara optimal.
Dalam hal perlindungan profesi, Ketua PGRI menyambut baik terbitnya Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang memberikan kepastian perlindungan bagi tenaga pendidik agar tidak merasa terancam ataupun takut ketika menjalankan fungsi pendidikan.
Sementara itu, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan atas komitmen, kekompakan, dan pengabdian dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Menurut Wali Kota, konferensi kerja memiliki peran penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan ke depan.
“Konferensi ini harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk bertukar pemikiran, mengevaluasi program yang sudah berjalan, dan merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan. Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi agenda rutin organisasi,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga menekankan bahwa silaturahmi sebagaimana tercantum dalam tema konferensi merupakan dasar untuk membangun kerja sama lintas sektor. Peningkatan mutu pendidikan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan guru, PGRI, pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan.
Wali Kota menjelaskan, guru bermutu tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik dan kompetensi profesional. Seorang pendidik juga perlu memiliki integritas dan karakter yang baik, kepedulian terhadap peserta didik, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, serta kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Guru bermutu bukan hanya dilihat dari kemampuan akademik dan profesionalnya. Integritas, karakter, kepedulian, kemampuan beradaptasi, serta komitmen untuk terus belajar juga harus menjadi bagian dari diri seorang guru agar mampu melahirkan generasi penerus yang unggul,” pesan Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, PGRI menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Ternate untuk memperjuangkan peningkatan kualitas pendidik sekaligus mendorong kemajuan sektor pendidikan di daerah.
Peringatan HUT ke-81 PGRI dan HGN Tahun 2026 juga menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Wali Kota menilai peran guru sangat penting dalam mempersiapkan generasi yang akan menentukan masa depan Kota Ternate dan Indonesia.
“Melalui pendidikan yang diberikan para guru, kita sedang mempersiapkan generasi terbaik yang nantinya akan menentukan arah masa depan Kota Ternate maupun Indonesia,” ungkapnya.
Menjelang puncak peringatan HGN pada 25 November 2026, PGRI Kota Ternate telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan guru dan siswa. Agenda tersebut mencakup Diklat Koding dan AI untuk meningkatkan kompetensi digital guru, Diklat Penanganan Anak Inklusif bagi pendidik, serta Diklat Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah terkait Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Lomba Pengelolaan Sampah, Gerak Jalan, dan Lomba CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah untuk siswa. PGRI Kota Ternate juga akan menggelar PGRI Got Talent sebagai ajang unjuk bakat bagi para guru serta Ternate Teachers Walk 2026.
Seluruh rangkaian tersebut akan ditutup dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026. Melalui berbagai agenda tersebut, PGRI Kota Ternate berharap semangat kebersamaan organisasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kualitas pengabdian para guru. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate bergerak memberikan dukungan kepada keluarga Sale ...
PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate yang juga Ketua Posko Tanggap Daru ...
PEMKOT TERNATE - Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakar ...
PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si membuka Focus Group Disc ...