#

Sekda Ternate Buka Lomba Deklamasi Sastra Lisan, Dorong Menjadi Agenda Tahunan HAJAT

PEMKOT TERNATE - Upaya menjaga keberlanjutan sastra lisan Ternate perlu melibatkan generasi muda agar pesan dan nilai budaya dari tanah rempah tetap dikenal lintas generasi. Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Lomba Deklamasi Sastra Lisan Ternate bertema “Majarita Demo Malaha: Merawat Pesan dari Tanah Rempah” yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara ini menjadi pelaksanaan perdana lomba deklamasi sastra lisan di Kota Ternate pada tahun 2026. Babak final diikuti 12 peserta yang terdiri atas enam siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan enam siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para finalis tersebut sebelumnya telah melalui tahapan seleksi secara daring hingga berhasil melaju ke babak akhir.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Ternate Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara yang selama beberapa tahun terakhir aktif mendukung komunitas kebudayaan di Kota Ternate. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah, khususnya sastra lisan.

“Pelestarian sastra lisan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan semangat dan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi penerus yang akan menjaga kebudayaan Ternate dan Maluku Utara,” terang Sekda.

Sekda juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara Nukman, S.S., M.Hum., perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate, Ny. Hj. Hasmiati H. Rizal, Ketua Panitia Nurjana Fadel, pegiat sastra Sofian Daud, dan pegiat budaya Rinto Taib.

Menurut Sekda, lomba tersebut tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan pemenang. Keberanian tampil di hadapan publik, kemauan untuk terus belajar, serta kecintaan terhadap sastra dan budaya daerah merupakan nilai penting yang perlu ditumbuhkan melalui kegiatan semacam ini.

“Menang bukanlah satu-satunya tujuan dalam perlombaan. Keberanian untuk tampil, kemauan untuk belajar, dan kecintaan terhadap sastra serta budaya daerah merupakan kemenangan yang sesungguhnya bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap kegiatan yang diinisiasi Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara tersebut dapat berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam peringatan Hari Jadi Kota Ternate (HAJAT). Dengan demikian, para pelajar memiliki ruang yang berkelanjutan untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkan kekayaan sastra lisan daerah.

Sekda secara khusus menyampaikan harapan agar lomba deklamasi sastra lisan dapat menjadi salah satu kegiatan yang mewarnai setiap peringatan HAJAT. Kesempatan tersebut diharapkan tidak hanya diberikan kepada peserta yang telah mengikuti final tahun ini, tetapi juga kepada generasi muda lainnya agar semakin banyak anak Ternate yang terlibat dalam pelestarian budaya.

Dalam sambutannya, Sekda turut menyinggung tantangan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di Maluku Utara, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi guru, pengelola perpustakaan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.

Sekda menilai, kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan sastra lisan seperti lomba deklamasi dapat menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan minat belajar, memperkenalkan warisan budaya, sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak.

Keikutsertaan 12 finalis dari jenjang SD dan SMP menjadi bagian dari upaya tersebut. Para peserta yang telah melewati seleksi daring dan mencapai babak final diharapkan terus mengembangkan kemampuan serta menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pelestarian sastra dan budaya Ternate.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat budaya, komunitas sastra, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang selama ini berperan menjaga keberadaan tradisi lokal. Dukungan terhadap kegiatan kebudayaan diharapkan terus diperkuat agar sastra lisan Ternate tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Tim_IKP Diskominfo Ternate)

Berita

Berita Lainnya

#

Sekda Ternate Buka Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP dalam Rangka HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026

PEMKOT TERNATE - Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Ketua Persatuan Guru Republik In ...

#

Ratusan Peserta Ikuti Gerak Jalan Tingkat SD dalam Rangka HUT ke-81 PGRI dan HGN

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Wakil Wali Kota ...

#

Lantik Komite Pemuda Tafure, Wakil Wali Kota Dorong Generasi Muda Jadi Motor Perubahan

PEMKOT TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar melantik Pengurus Komite Pemuda Ta ...

#

Festival Salawaku Meriahkan Peluncuran HAJAT ke-776, Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif

PEMKOT TERNATE - Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si secara resmi meluncurkan ...